Archive for the ‘Prilaku’ Category

Kalimat Yang diucapkan jika terkena musibah

September 3, 2007

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, inilah kalimat yang tertera dalam Al Quran jika seseorang mengalami musibah. Namun penggunaan kalimat tersebut yang berlaku kini di masyarakat mengalami penyempitan arti dimana kalimat tersebut dipergunakan jika seseorang mendengar berita tentang kematian seseorang atau seseorang yang menyaksikan langsung proses kematian.

Padahal musibah bukan hanya meninggal saja namun bisa yang lain misalnya tersandung batu, tabrakan, kehilangan benda atau uang, sakit, dan lain sebagainya. (more…)

Tujuh Anggota Sujud

Agustus 29, 2007

Ketika seseorang sedang melaksanakan sholat baik itu sunat maupun wajib, ada gerakan dimana mengisyaratkan penghambaan diri kepada Pencipta Alam Semesta, Alloh SWT yaitu melakukan sujud. Sujud dilakukan selain sebagai tanda penghambaan juga biasanya dilakukan ketika mendapatkan nikmat, ini yang dinamakan sujud syukur, dan ini dilakukan diluar sholat namun jika dilakukan ketika sholat, maka di sujud di rakaat terakhir karena di saat inilah permohonan ampunan dan doa , insya Alloh terkabul.

Banyak artikel yang membahas mengenai sujud baik itu dari segi kesehatan maupun dari segi lainnya. Anggota badan yang termasuk dalam melakukan sujud ada tujuh yaitu dua telapak tangan, dua telapak kaki, dua lutut ( kanan dan kiri) dan wajah ( kening dan hidung).

Ketika melakukan sujud, kening tidak boleh terhalang oleh apapun baik itu rambut maupun kopiah yang dipergunakan. Oleh karena inilah di Asia Selatan ada kopiah yang digunting bagian keningnya sehingga keningnya tidak terhalang kopiah dan posisi kopiah tetap tegak tidak dimiringkan. (more…)

Sajadah

Agustus 25, 2007

Dalam melakukan sholat sering orang menggunakan alas yang disebut sajadah namun tak sedikit pula yang tidak menggunakannya karena merasa yakin bahwa lantai yang akan dipergunakan untuk sholat sudah bersih dan suci dari najis. Namun terkadang banyak orang tidak memperhatikan alas bawah dari sajadah yang akan dipergunakan seperti halnya saat sholat jum’at biasanya alasan orang membawa sajadah karena khawatir tidak mendapat tempat duduk di masjid. Dengan membawa sajadah sendiri dia bisa sholat dimana saja sepanjang memenuhi aturan karena bisa langsung menghamparkan sajadah yang dia bawa tapi jika masjid itu ternyata masih kosong, maka sajadah yang dibawa akan dipergunakan di dalam mesjid tanpa menyadari atau mengingat apakah alas bawah sajadah itu bersih atau tidak, bersih dari najis atau tidak karena biasanya jika tidak kebagian di dalam masjid orang orang biasanya akan melakukan sholat di halaman parkir mobil atau di tempat lain yang secara hukum syar’i belum tentu bersih dari najis. Ini jika sajadah ditinjau dari segi penggunaan. (more…)

Berubah untuk menyenangkan pasangan. Benarkah begitu ?

Agustus 16, 2007

Dalam perbincangan dengan seorang teman dimana dia adalah bisa dikatakan seorang playboy, dia menceritakan bagaimana dia terlibat percintaan dengan banyak wanita, sampai akhirnya perbincangan pada bagaimana cara menaklukkan wanita.

Teman : “Wanita pada umumnya akan merasa bangga dan senang jka dia berhasil mengubah pasangannya dari yang dia anggap hal yang jelek menjadi hal yang lebih baik menurut versi dia. Hal ini pula yang menjadi bumerang bagi dirinya sendiri terlebih pasangannya yang melakukan apapun demi wanita yang dincarnya mengetahui bahwa wanita yang diincarnya itu sudah tersentuh hatinya dan mencintai dia.”

Saya : “Mengapa bisa menjadi bumerang ?”

(more…)

Tetes Air Bagi Kehidupan

Agustus 13, 2007

Menurut berita di televisi kemarau mulai melanda di beberapa wilayah Indonesia sehingga banyak menyebabkan kekeringan yang mengakibatkan gagal panen dan juga ada yang panen awal menghindari kerugian yang lebih besar serta antrian warga dibeberapa mata air untuk mendapatkan air bersih, bahkan ada yang berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih.

Ironisnya, disaat musim menuju kemarau, kita lihat penggunaan air yang berlebihan bahkan menghamburkan air. Coba perhatikan orang orang ketika di toilet umum, ketika akan membersihkan tangan dia sudah membuka kran namun bukan langsung cuci tangan tapi bercermin dulu dan air tetap mengalir, lalu sesudah selesai cuci tangan tidak langsung menutup kran akan tetapi masih bercermin.

Coba ditanyakan ke mereka apakah mereka melakukan hal yang sama di rumah mereka. Jika melakukan hal yang sama berarti memang mereka tersebut pemboros namun jika tidak berarti mereka memanfaatkan fasilitas, mumpung bayar atau mumpung bukan di rumah sendiri karena kalau di rumah sendiri bayar air mahal.

Penulis pernah melihat di televisi bahwa ada Bapak bapak yang menanami bukit dengan pepohonan. Dia menancapkan pepohonan di sela sela bukit yang ada tanahnya selama puluhan tahun. Hingga akhirnya bukit yang dahulunya gersang kini rindang dengan pepohonan sehingga disana muncul mata air yang dipergunakan oleh warga sekitar. Bapak bapak ini melakukan sendiri tanpa pamrih namun ketika pohon mulai rindang, banyak yang menikmati hasil jerih payahnya.

Ketika air melimpah orang menghamburkannya namun ketika kekeringan melanda mereka menjerit. Oleh karena itu berhemat airlah.