Tujuh Anggota Sujud

Ketika seseorang sedang melaksanakan sholat baik itu sunat maupun wajib, ada gerakan dimana mengisyaratkan penghambaan diri kepada Pencipta Alam Semesta, Alloh SWT yaitu melakukan sujud. Sujud dilakukan selain sebagai tanda penghambaan juga biasanya dilakukan ketika mendapatkan nikmat, ini yang dinamakan sujud syukur, dan ini dilakukan diluar sholat namun jika dilakukan ketika sholat, maka di sujud di rakaat terakhir karena di saat inilah permohonan ampunan dan doa , insya Alloh terkabul.

Banyak artikel yang membahas mengenai sujud baik itu dari segi kesehatan maupun dari segi lainnya. Anggota badan yang termasuk dalam melakukan sujud ada tujuh yaitu dua telapak tangan, dua telapak kaki, dua lutut ( kanan dan kiri) dan wajah ( kening dan hidung).

Ketika melakukan sujud, kening tidak boleh terhalang oleh apapun baik itu rambut maupun kopiah yang dipergunakan. Oleh karena inilah di Asia Selatan ada kopiah yang digunting bagian keningnya sehingga keningnya tidak terhalang kopiah dan posisi kopiah tetap tegak tidak dimiringkan.

Mengapa begitu pentingnya kening ? Karena kening adalah bagian dari kepala dan didalam kepala ada akal, pikiran , otak dan anggota lainnya.

Ada sebuah kisah dimana seorang nenek-nenek yang tinggal di sebuah perkampungan mendatangi sebuah pembangunan masjid. Kemudian ia bertanya kepada tukang bangunan berapa harga satu ubin yang dipergunakan dalam pembangunan masjid, lalu dijawab oleh tukang kebun itu berapa harga satu ubin tersebut. Kemudian nenek itu pulang dan tak lama kemudian kembali sambil membawa satu ubin.

Nenek tersebut bertanya kembali ke tukang bangunan:

Nenek : Nak dimana posisi imam ketika memimpin sholat berjamaah?

Tukang : (sambil berjlan menuju tempat imam) Disini Nek.

Nenek :Nak dimana kira kira letak wajah imam ketika sujud ?

Tukang : ( sambil menunjuk) disini Nek.

Nenek : Nak boleh nggak ubin yang nenek bawa ini diletakkan di situ ( ditempat wajah imam bila sedang sujud)

Tukang : O, silakan Nek. Sini saya bantu.

Nenek : Terima kasih, Nak.

Tukang : sama sama nek.

Inti kisah ini adalah bila ingin beramal gunakanlah ilmu. Orang -orang yang menyumbang masjid mengeluarkan biaya besar namun si nenek dengan biaya hanya satu ubin tapi karena menggunakan ilmunya dia beramal tepat guna karena meletakkan ubinnya tepat di wajah imam saat sujud.Namun ini bukan berarti saya menyarankan untuk sedikit beramal, ini dilakukan bagi yang mempunyai sumber daya yang minimal namun menghasilkan yang maksimal, jika dilakukan dengan ilmu.

Mungkin berdasar kisah inilah kenapa sajadah yang sekarang banyak yang berukuran hanya satu ubin. Tidak diketahui ( belum diadakan penelitian)  Apa yang melatar belakangi baik pembuat maupun pemakai sajadah meggunakan sajadah yang berukuran hanya satu ubin. Apakah mereka takut orang lain berpahala kepada dirinya karena tempat sujud yang dipakainya sebagai tempat wajah dalam melakukan sujud. Atau ada hal lain, wallohu A’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: