Sajadah

Dalam melakukan sholat sering orang menggunakan alas yang disebut sajadah namun tak sedikit pula yang tidak menggunakannya karena merasa yakin bahwa lantai yang akan dipergunakan untuk sholat sudah bersih dan suci dari najis. Namun terkadang banyak orang tidak memperhatikan alas bawah dari sajadah yang akan dipergunakan seperti halnya saat sholat jum’at biasanya alasan orang membawa sajadah karena khawatir tidak mendapat tempat duduk di masjid. Dengan membawa sajadah sendiri dia bisa sholat dimana saja sepanjang memenuhi aturan karena bisa langsung menghamparkan sajadah yang dia bawa tapi jika masjid itu ternyata masih kosong, maka sajadah yang dibawa akan dipergunakan di dalam mesjid tanpa menyadari atau mengingat apakah alas bawah sajadah itu bersih atau tidak, bersih dari najis atau tidak karena biasanya jika tidak kebagian di dalam masjid orang orang biasanya akan melakukan sholat di halaman parkir mobil atau di tempat lain yang secara hukum syar’i belum tentu bersih dari najis. Ini jika sajadah ditinjau dari segi penggunaan.

Jika ditinjau dari segi bentuk, banyak mengalami perubahan baik dari segi ukuran maupun dari segi estetika. Baik dari yang panjang dan dilukis persatu sajadah maupun yang hanya seukuran 20 x 20 cm yang hanya memuat untuk wajah saja.

Banyak masjid yang kini menggunakan karpet yang digambar menjadi beberapa sajadah. Namun model sajadah seperti ini ada kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:

  • Tata letak sajadah terlihat lebih rapi sehingga sedap dipandang mata. Alloh senang akan keindahan
  • Seharusnya makmun kan lebih teratur dan lurus sehingga terlihat kekompakan dari umat Islam

Kekurangan:

  • Makmun terpaku pada besar kecilnya ukuran sajadah sehingga makmun yang seharusnya rapat terpaksa renggang, banyak yang tidak mau rapat ketika sholat karena menganggap dia berada pada sajadah yang dia pergunakan padahal kerapatan ini menutup celah syetan mengganggu jamaah.

Jika dilihat dari penggunaan sajadah, banyak sajadah yang diperuntukkan dipergunakan oleh Imam lebih dari satu. Demikian pula jamaah yang membawa sendiri, ketika dia mendapati tempat dan sudah ada karpet maka dia meletakkan sajadahnya diatas karpet tersebut dan ini berlebihan. Padahal jika dia datang lebih awal, biasanya dia akan dapat tempat yang masih kosong. Datanglah lebih awal ke masjid sehingga tidak perlu membawa sajadah karena selain pahalanya lebih besar juga kesucian masjid bisa terjaga dan tidak berlebihan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: