Kartu nama sebagai alat marketing

Sudah menjadi kebiasaan jika selesai melakukan suatu rapat antar perusahaan yang baru pertama kali dilakukan, maka para peserta yang berlainan perusahaan akan melakukan saling tukar kartu nama dimana dalam kartu nama tercantum data peserta itu sendiri disertai data kantor dimana ia bekerja seperti alamat kantor, nomor telepon, nomor fax dan email namun hanya sedikit yang menyertakan di kartu nama tersebut nama situs dari perusahaan yang bersangkutan.

Ada beberapa kategori kartu nama:

  1. Kartu nama personal, kartu nama ini biasanya dipergunakan untuk merepresentasikan si pemegang kartu. Tampilan kartu dihias seindah mungkin dan data di kartu hanya nama, alamat, no telepon dan kalau punya email pribadi ditampilkan juga ( namun karena belakangan banyak SPAM akhirnya dihilangkan). Biasanya dimiliki anak SMU maupun universitas atau yang memang ingin memiliki kartu nama. Namun ini kurang diminati karena biasanya saling tukar data dan disimpan di Handphone.
  2. Kartu nama bisnis, kartu nama ini digunakan oleh mereka yang ingin merepresentasikan diri sekaligus bisnis yang digelutinya. Data yang ada di kartu adalah nama, spesifikasi bidang keahlian, alamat , nomor telepon dan ada juga yang menggunakan email pribadi.
  3. Kartu nama pegawai kantoran,  lebih banyak dipergunakan oleh para pegawai kantoran baik itu diberi oleh kantor maupun keinginan dari pegawai itu sendiri. Data di kartu biasanya nama, di bidang apa dan bagian apa dia bekerja, alamat kantor, nomor telepon kantor dan fax. Jika perusahaan itu mempunya mail server maka biasanya karyawannya mempunyai email kantor namun jika tidak biasanya yang dicantumkan adalah email gratisan.

Dalam suatu acara seminar, James Gwee seorang trainer dari Singapura mengatakan bahwa sebenarnya kartu nama tidak akan terlalu berguna jika selesai tukar menukar kartu nama tidak ditindak lanjuti dengan melakukan kontak keesokan harinya atau beberapa hari setelah rapat tersebut dilakukan baik itu melalui telepon, email maupun jalur komunikasi lainnya yang tertera di kartu nama relasi tersebut.

Hal ini harus dilakukan selain untuk mengingat relasi yang empunya kartu juga untuk menjalin komunikasi antar perusahaan. Namun kebanyakan dari para pemegang kartu nama ketika selesai saling bertukar nama maka kartu nama tersebut di simpan di kotak yang khusus disediakan untuk kartu nama dan hanya sekedar menjadi hiasan meja kerja saja dan diperlukan jika memang ada keperluan atas perusahaan relasi tersebut.

Menurut James Gwee pula bahwa yang paling penting adalah mengingat siapa pemilik kartu nama tersebut karena tanpa kartu nama pun jika terjalin komunikasi yang baik dan mengingat relasinya maka hubungan baik antar perusahaan akan bagus.

Dari ketiga kategori kartu nama  yang sudah disebutkan di atas, kebanyakan kartu nama tidak mencantumkan alamat situs yang dimiliki. Padahal menampilkan situs di kartu nama adalah salah satu cara merepresentasikan diri atau perusahaan.

Banyak cara yang dilakukan oleh pemegang kartu untuk menampilkan situs yaitu baik dengan membeli hosting maupun blog yang gratisan. Namun untuk berbisnis janganlah menggunakan yang gratisan karena menjatuhkan kredibilitas perusahaan itu sendiri.

Banyak web hosting yang murah seperti situs Eramuslim hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah per bulan dapat merepresentasikan diri maupun perusahaan dan dicanyumkan di kartu nama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: