Nikmatnya Semilir Angin

Siang hari disaat sinar matahari sangat menyengat, saya bersandar di kursi teras rumah sambil menikmati sejuknya angin yang menerpa tubuh. Disekeliling tempat tinggal banyak pohon yang tumbuh lebat sehingga membuat pemandangan menjadi indah.

Banyak yang lalu lalang didepan rumah baik pejalan kaki, tukang dagang maupun motor yang lewat. Disaat saya enak menikmati semilir angin dan hembusan angin menerpa dedaunan tiba tiba tercium bau yang tidak sedap. Begitu dilihat ternyata tukang sampah yang datang memungut sampah yang berada di bak sampah ditiap depan rumah. Kontan saja langsung ke rumah dan berbaring di tempat tidur.

Ada rasa kesal kenapa disaat menikmati hembusan angin tukang sampah datang. Namun dipikir lagi memang kadang ketika menikmati suatu kenikmatan yang bersifat pribadi, tidak bisa dinikmati benar benar oleh diri sendiri. Salah satu contoh yaitu zakat, di setiap penghasilan yang didapat ada hak orang lain. Oleh karena itu jadikanlah zakat menjadi sebuah kebiasaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: