Kalau….

Kalau saya lulus SMU nanti saya akan sembeli kambing untuk dimakan sekelas.

Jikalau saya diterima kerja saya akan cukur rambut saya sampai botak.

Andai saya diterima jadi pacarnya saya akan traktir kalian.

Andaikan saya punya anak nanti saya akan mewakafkan tanah saya satu hektar untuk masjid.

Jika…

Seandainya…

Dan masih banyak lainnya.

Begitu banyak pengandaian saat sesorang menanti sesuatu yang dianggap penting dalam roda kehidupan yang dilalui dirinya. Hal ini biasanya disebut nazar.

Tidak ada yang salah dalam bernazar namun ketika seseorang melakukan suatu nazar maka orang tersebut sudah melakukan perjanjian selain kepada diri sendiri juga kepada Alloh. Berhati hatilah jika melakukan nazar apalagi jika nazar itu dilakukan dalam keadaan seorang diri atau tidak ada saksi yang mendengar nazar tersebut sehingga ketika orang tersebut lupa akan nazarnya ada yang mengingatkannya karena janji adalah hutang.

Suatu waktu teman kakak bernazar jika lulus SMA akan bakar ayam namun selang beberapa bulan setelah lulus dia tidak juga melakukan nazarnya dan ketika teman temannya datang kerumahnya dia dalam kedaan sakit. Mereka mengingatkan akan nazar itu namun dijawab oleh yang bernazar bahwa sakitnya itu bukan karena nazar. Hingga beberapa bulan kemudian teman itu masih sakit dan tetap tidak melakukan apa yang dinazarkannya. Apakah sakitnya karena tidak melakukan apa yang dinazarkannya, wallohu a’lam.

Kalau dilihat sebenarnya orng yang bernazar itu bisa dikatakan orang yang pelit karena orang itu akan melakukan pekerjaan yang baik ( tentunya nazar biasanya berbuat baik) jika Alloh telah mengabulkan permintaan atau permohonannya. Sehingga jika tidak dikabulkan atau gagal atas apa yang dia lakukan maka dia tidak melakukan hal yang baik tersebut.

Untuk berbuat baik tidak diperlukan nazar namun jadikanlah berbuat baik itu sebagai suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari hari. Jika belum mampu melakukan hal baik yang dirasa besar maka lakukanlah hal hal yang kecil terlebih dahulu seperti meminggirkan batu yang ada di tengah jalan yang saat itu tidak ramai kendaraan lalu lalang karena kalau batu itu terlindas motor maka kemungkinan motor akan jatuh. Masih banyak lagi hal kecil lainnya yang dapat diperbuat, oleh karena itu biasakanlah dan tanpa pamrih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: