Phinisi akan kembali berlayar ?

Phinisi telah karam di perairan Tanjung Priuk namun tiba tiba diminta berlayar kembali. Kok bisa ? 

Berkembangnya wacana pergi haji menggunakan kapal laut mengindikasikan adanya suatu yang kurang dalam pelaksanaan perjalanan ibadah haji dengan menggunakan pesawat terbang. Apakah karena keamanan penerbangan yang dianggap kurang seperti yang terjadi pada dunia penerbangan Indonesia dimana seluruh armada penerbangan Indonesia dilarang terbang melintasi udara Uni Eropa oleh Masyarakat Uni Eropa atau juga seringnya terjadi keterlambatan baik keberangkatan maupun kepulangan para jemaah haji atau hal lainnya.  

Memang kalau dilihat sepintas kapal laut adalah salah satu cara menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi kendala dalam perjalanan haji dengan menggunakan pesawat terbang. Sebelum menyalahkan penerbangan tentunya kita tinjau mungkinkah adanya permasalahan yang diluar kemampuan regulator, operator penerbangan. Yang penulis rasakan saat pulang adalah pengecekan oleh petugas bandara yang dirasakan sangat lama berbeda dengan ketika tiba juga selain karena faktor petugas bandara penulis melihat juga para jemaah haji yang membawa barang yang dilarang oleh penerbangan baik dalam saku jaket,celana atau tas tenteng selain itu pula juga karena gate yang dibuka hanya satu.  

Perlu diketahui bahwa perjalanan ke Tanah suci dengan pesawat terbang harus irit air bagaimana pula dengan kapal laut. Jika melihat gejala alam seperti badai, pesawat terbangpun mengalami hal yang sama namun masalahnya adalah bukan hanya gejala alam saja. Akan tetapi dilihat juga perilaku dari para calon jemaah itu sendiri. 

Jika boleh dibuat suatu perbandingan :

KAPAL LAUT:

  1. Bisa terjadi mabuk Laut
  2. Biaya belum tentu murah
  3. Badai
  4. Gelombang Laut
  5. Waktu tempuh lebih dari satu hari
  6. Jika kapal rusak, penggantinya berapa hari sampai di tujuan

PESAWAT :

  1. Bisa terjadi jet lag
  2. Biaya Mahal
  3. Badai
  4. Tidak ada angin
  5. Waktu tempuh hanya 9-10 jam
  6. Jika pesawat rusak penggantinya bisa beberapa jam

Tentunya regulator sekaligus operator dalam hal ini Departemen Agama menginginkan yang terbaik untuk jemaah. Penulis memilih tetap menggunakan pesawat dan tidak menggunakan kapal laut karena keuntungannya lebih banyak dari pada kerugian. Permasalahan mengangkut ratusan ribu orang adalah bukan hal yang mudah, membutuhkan kesabaran dan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan  pemerintah Arab Saudi serta tidak ditunggangi kepentingan pribadi maupun golongan. Semoga jemaah haji menjadi haji mabrur dan tidak terganggu dengan berkembangnya wacana ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: