Perjalanan Ibadah Haji ( bagian 1 )

Tadi pagi saya lihat acara Mari ke Tanah suci di Indosiar. Jadi ingat waktu saya ngejalaninnya tahun 2005 ( 1425H ).

Perjalanan haji saya dimulai saat saya merasa mendapat “panggilan” pergi haji. Ceritanya begini :
Waktu saya kerja shift 2 ( mulai jam 4 sore hingga 12 malam ) di bulan Desember 2004, saya ngobrol dengan rekan sekerja. Dia tuh cerita banyak tentang rekan sekantor juga tapi sebagai operator, nah operator ini sudah pergi haji dengan istrinya. Waktu itu saya berpikir, operator saja bisa pergi. Gaji saya tuh dengan dia jauh beda, tapi saya gak berpikir kalau dia itu punya banyak lembur atau penghasilan diluar kantor, yang saya pikirkan ya gaji dia dengan gaji saya. Sampai di rumah, saya gak bisa langsung tidur tapi mikirin tentang operator yang pergi haji itu. Kejadian ini sampai beberapa hari sampai akhirnya saya berdoa ke Alloh. “Ya Alloh saya merasa Engkau memanggilku untuk pergi menunaikan ibadah haji. Aku penuhi panggilanMu Ya Alloh tapi saya gak punya uang. Berilah aku uang dan pendukungnya Ya Alloh”.

Awal Januari saya diminta oleh atasan untuk lembur sebagai pengganti teman yang mengikuti training selama 6 bulan. Saya pikir,”Apa ini jalan untuk mendapatkan uang guna pergi haji?” Kemudian saya mulai hitung hitungan melakukan prediksi jumlah uang yang akan didapat dengan kemungkinan kemungkinan berapa kali saya lembur hingga bulan Juni 2005.

Saya melakukan pencarian informasi mengenai haji, baik di internet maupun bertanya ke teman teman yang sudah pergi haji. Di internet saya menemukan sebuah situs yang dikelola oleh Departemen Agama yaitu http://www.informasihaji.com/ Banyak informasi yang saya dapatkan disana mulai jadwal keberangkatan tahun sebelumnya juga tata cara pembayaran baik langsung maupun melalui tabungan (waktu itu masih berlaku bayar langsung berbeda dengan sekarang dengan peraturan yang mengharuskan melalui tabungan) dan informasi lainnya. Saya mencari juga informasi mengenai BPIH atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji tahun sebelumnya selain itu saya juga beli buku mengenai tata cara haji.

Sekitar tanggal 11 Maret 2005 siang saya telepon Informasi haji mau menanyakan mengenai pendaftaran haji, karena saya tinggal di wilayah Kelapa Gading mereka memberikan nomor Kantor Departemen Agama Jakarta Utara. Saya kontak kandepag jakut, penerima telepon bertanya :”Bapak serius mau pergi haji ?” saya jawab:”Iya” penerima telepon mengatakan:”Kalau Bapak serius, buruan Pak daftar, kalau bisa besok karena quota Jakarta hampir habis”. Selesai telepon saya menghitung uang tabungan ternyata belum cukup untuk mendaftar agar mendapatkan porsi yaitu 20 juta rupiah. Saya telepon saudara dan teman, Alhamdulillah ada sekitar 18 juta. Saya berpikir keras kemana lagi harus saya pinjam 2 juta setelah pinjam sana sini baik langsung tatap muka maupun lewat telepon akhirnya ada teman yang bisa meminjamkan namun baru bisa diambil esok harinya yaitu hari Jum’at itupun sekitar jam 9 pagi karena tidak ada lagi yang bisa saya pinjam akhirnya saya setuju.

Hari Jum’at saya pergi menemui teman tersebut dan baru dapat uang tersebut sekitar jam 10-an, saya langsung menuju Bank. Jam sudah menunjukkan jam 11 lewat yang berarti hampir tiba sholat jum’at namun antrian masih panjang. Dalam hati saya berkata : “Ya Alloh janganlah hanya karena saya mau pergi haji saya terlambat menunaikan sholat jum’at.” Alhamdulillah selesai di bank saya menuju masjid. Sesampainya di masjid saya langsung wudhu walaupun masih berkeringat, saya kebagian duduk di pelataran masjid. Lima menit kemudian adzan berkumandang. Alhamdulillah puji syukur saya ucapkan karena saya masih mendapatkan pahala walaupun sedikit dibanding yang datang awal namun jika dibandingkan dengan yang datang setelah adzan berkumandang pahala saya masih besar karena mereka tidak mendapat pahala apapun selain hanya mengugurkan kewajiban sholat jum’at semata. Selesai sholat Jum’at saya langsung ke Kandepag jakut untuk mendaftar dengan membawa bukti foto copy sudah bayar 20 juta. Di kandepag ada meja untuk bayar zakat dan infaq, saya katakan saya sudah bayar zakat dan infaq di tempat lain namun petugas bilang makin banyak infaq kan makin bagus. Akhirnya saya juga infaq disana, ya untung saja saya bawa uang berlebih bagaimana kalau calon jemaah haji yang kebetulan tidak bawa uang berlebih. Selesai di kandepag saya kembali ke Bank, diperjalanan macet saya coba lewat jalan pintas namun saat menaiki trotoar terdengar bunyi “Trakk”. Saya tidak sempat berhenti karena mengejar waktu khawatir quota habis dan terpaksa saya jalankan motor perlahan sambil berdoa “ya Alloh semoga motor gak apa apa dan semoga Engkau ridho dan saya masih dapatkan porsi”. Sesampainya di Bank saya daftar ke CS namun yang saya sesalkan saat itu adalah pegawai CS bilang “Pak dientri ke Siskohatnya nanti agak sore”. Sambil agak emosi saya katakan “Bagaimana kalau dari bank lain mengisinya sekarang dan quota habis” dan pegawainya bilang “ya ketentuannya begitu Pak, nanti kalau sudah dientry kami beri kabar Bapak”. Dengan rasa masygul sambil istighfar saya bicara dalam hati “Ya Alloh kalau Engkau memanggilku tentunya aku akan mendapatkan quota namun jika untuk tahun ini belum semoga Engkau jadikan aku lebih bersabar”. Keluar dari Bank dengan perasaan tak menentu saya pulang ke rumah.

Jum’at sore, hari Sabtu, hari Minggu saya belum dapat kabar juga dari Bank. Senin pagi jam 8 saya berangkat ke bank untuk menanyakan perihal porsi. Namun sebelum sampai, perut saya mulas, langsung saja kembali pulang ke rumah. Selesai itu saya kembali ke bank dengan menggunakan motor, sesampainya di bank saya tanya ke pegawai CS “Pak apa saya dapat porsi haji” pegawai itu mengatakan “ya Pak, Bapak mendapatkan porsi”. “Alhamdulillah” saya panjatkan ke hadirat Alloh. Kemudian pegawai itu mengatakan, “Mohon maaf Pak kemarin belum memberitahu Bapak karena masih ada kendala teknis namun Bapak sudah mendapatkan porsi”. “Gak apa apa Pak” jawab saya.

Beberapa bulan kemudian saya baru tahu kalau saat itu memang tanggal terakhir jatah porsi untuk DKI Jakarta. Saya sangat bersyukur.

PEMBERITAHUAN

Mulai 6 September 2007, blog saya yang berjudul Dunia Fana pindah ke duniafana.com

Bagi pengunjung blog Dunia Fana ini sudilah kiranya mengakses langsung ke situs yang baru.

Artikel artikel yang berada di blog di wordpress ini seluruhnya di upload ke situs blog saya yang baru.

Terima kasih atas perhatiannya.

Aries Purwantoro

Iklan

2 Tanggapan to “Perjalanan Ibadah Haji ( bagian 1 )”

  1. tsaraswati Says:

    waaaa, mas aries..terharuuu :’) God works with his own way, doesn’t He? Doakan saya cepat menyusul yaaa 🙂

  2. Abdullah Fahtar Says:

    Saya calon haji kal-sel tapi masih daftar tunggu. hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: