Kalimat Yang diucapkan jika terkena musibah

By roudhoh

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, inilah kalimat yang tertera dalam Al Quran jika seseorang mengalami musibah. Namun penggunaan kalimat tersebut yang berlaku kini di masyarakat mengalami penyempitan arti dimana kalimat tersebut dipergunakan jika seseorang mendengar berita tentang kematian seseorang atau seseorang yang menyaksikan langsung proses kematian.

Padahal musibah bukan hanya meninggal saja namun bisa yang lain misalnya tersandung batu, tabrakan, kehilangan benda atau uang, sakit, dan lain sebagainya.

Penulis pernah dimarahi habis habisan oleh teman dekat penulis, kejadiannya seperti berikut:

Penulis : Apa kabar ? Gimana kabar keluarga ?

Teman : Saya sih baik saja tapi saudara saya masuk rumah sakit karena kanker otak.

Penulis : (spontan mengucapkan) inna lillahi wa inna ilaihi roji’un

Teman : Apa ? Kamu menyumpahi saudara saya meninggal ? Terlalu kamu !

Penulis : Eh, bukan itu maksud saya. Saya ucapkan kalimat itu karena sakit merupakan suatu musibah dan jika terkena musibah saya biasa mengucapkan itu.

Teman : Kalimat itu diucapkan untuk orang yang sudah meninggal dunia ( sambil sewot, merah mukanya karena marah)

Penulis : (terdiam) saya minta maaf atas perkataan saya yang menyinggung perasaan kamu. Saya benar benar tidak berniat menyumpahi saudara kamu untuk cepat meninggal.

Teman : (dia diam saja )

Akhirnya dia pergi meninggalkan saya tanpa pamit.

Satu Tanggapan ke “Kalimat Yang diucapkan jika terkena musibah”

  1. Call Me Vix, Guyzz…! » Blog Archive » Ketika musibah menjadi indah Berkata:

    [...] dosa dosa kecil diampuni. Di balik sakit itu ada kenikmatan tersendiri karena sebagai suatu musibah, maka harus diterima dengan ikhlash. Kenikmatan yang saya rasakan selain dihapusnya dosa dosa kecil [...]

Tinggalkan Balasan